Meskipun puasa merupakan kewajiban, Islam memberikan keringanan (rukhsah) bagi ibu hamil apabila puasa berpotensi membahayakan kesehatan ibu maupun janin. Oleh karena itu, keputusan untuk berpuasa harus mempertimbangkan kondisi fisik ibu secara menyeluruh. Periode aman berpuasa bagi wanita hamil pada trisemester 1 dan 2 (di 4-6 bulan) dan tergantung pada kesehatan ibu dan janin serta dalam pengawasan dokter kandungan.
Kapan ibu hamil boleh berpuasa?
Ibu hamil berpuasa apabila :
1. Kondisi fisik dalam keadaan baik, tidak mengalami mual dan muntah berat (hiperemesis).
2. Janin dalam kondisi sehat, dengan berat badan sesuai usia kehamilan dan pergerakan yang aktif.
3. Tidak terdapat komplikasi kehamilan, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau riwayat perdarahan.
Ibu Hamil yang dianjurkan untuk tidak berpuasa yaitu saat:
1. Terjadinya penurunan tekanan darah yang dapat menyebabkan pusing, kehilangan fokus, bahkan hingga pingsan.
2. Mual dan muntah yang berlangsung terus-menerus, terutama pada trimester pertama kehamilan. Kondisi ini dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit seperti natrium (sodium) dan kalium (potassium), sehingga berdampak pada gangguan pencernaan serta menurunnya nafsu makan.
3. Penggunaan obat diuretik (obat yang meningkatkan produksi urine) saat terjadi pembengkakan pada kedua kaki yang bukan disebabkan oleh preeklamsia. Obat tersebut dapat mengurangi kadar kalium dalam tubuh, yang berisiko bagi kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan asupan makanan dan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum membatasi atau mengonsumsi makanan tertentu seperti jeruk, pisang, dan tomat yang kaya kalium.
4. Terjadinya perdarahan selama masa kehamilan, baik pada trimester pertama maupun trimester akhir.
5. Adanya penyakit yang menyertai kehamilan, terutama gangguan ginjal. Pada penderita penyakit ginjal, puasa dalam kondisi cuaca panas dapat menyebabkan urine menjadi lebih pekat dan memperberat kondisi ginjal. Hal serupa juga berlaku pada penderita penyakit jantung, diabetes yang tidak terkontrol, maupun gangguan pembesaran kelenjar tiroid yang berisiko membahayakan kesehatan ibu dan janin.
6. Riwayat keguguran berulang atau persalinan prematur. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kekurangan asupan nutrisi dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko keguguran atau kelahiran prematur.
7. Mengalami keracunan kehamilan (preeklamsia) yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah, kenaikan berat badan disertai pembengkakan pada kedua kaki, serta adanya protein dalam urine akibat penumpukan cairan dan garam dalam tubuh.
Tips Puasa dan Nutrisi untuk Ibu Hamil
1. Konsumsi Sahur yang Berkualitas
Pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau oatmeal, serta protein tinggi seperti telur atau daging untuk menjaga energi lebih lama. Hindari melewatkan sahur dan batasi makanan terlalu asin agar tidak memicu dehidrasi.
2. Berbuka Secara Bertahap dan Sehat
Awali berbuka dengan air putih dan makanan alami seperti kurma. Hindari langsung mengonsumsi gorengan atau minuman manis berlebihan agar sistem pencernaan dapat beradaptasi dengan baik dan mencegah rasa tidak nyaman seperti kembung.
3. Penuhi Kebutuhan Cairan Harian
Pastikan konsumsi sekitar 8 gelas air per hari dengan pola pembagian yang teratur:
Konsumsi juga buah dengan kandungan air tinggi seperti semangka atau melon untuk membantu menjaga hidrasi tubuh.
4. Atur Aktivitas dan Istirahat yang Cukup
Kurangi aktivitas fisik berat dan manfaatkan waktu untuk beristirahat, seperti tidur siang singkat. Gunakan pakaian yang nyaman, sejuk, dan mudah menyerap keringat agar suhu tubuh tetap stabil dan tidak mudah mengalami dehidrasi.
#SahabatEfarina sebelum menjalankan puasa, ibu hamil sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis guna memastikan kebutuhan nutrisi dan cairan tetap terpenuhi dengan baik serta kondisi kehamilan tetap aman.
Dapatkan Informasi lebih lanjut terkait jadwal dan pendaftaran dapat menghubungi layanan informasi kami.
0857-1613-3977 (Customer Care)
Mappaware, N. A. (2020). Puasa pada Wanita Hamil dan Menyusui. UMI Medical Journal, 44-48.
© Copyright 2025 Rumah Sakit Efarina Karawang. All Rights Reserved.